Nggak jarang founder startup punya ide yang bikin alis CFO naik sampai nyentuh rambut. Ada yang terlihat gila tapi ternyata brilian, ada juga yang emang bener-bener ngaco. Gimana cara bedainnya biar nggak salah pilih?
Pertama, Cek “Gila”nya Udah Ada Research atau Cuma Ngayal Doang
Founder yang punya ide gila tapi brilian biasanya udah bawa data mentah, contoh kasus di industri lain, atau setidaknya riset kecil-kecilan. Kalau cuma bilang “ini bakal viral banget!” tanpa dasar, itu alarm merah pertama.
Jon pernah ngalamin founder mau bikin fitur VR buat aplikasi akuntansi. Gila? Iya. Tapi doi datengin meeting dengan data 73% CFO milenial lebih sering pakai AR/VR buat training. Nah, ini bedanya.
Trik: Minta mereka rekam screen saat ngobrol sama user. Kalau emang ada demand, biasanya bakal keliatan pattern-nya.
Kedua, Hitung Waktu ke Break Even Point
Ide gila yang worth it biasanya punya jalan buat balik modal dalam waktu masuk akal. Misal, butuh 2 tahun dengan burn rate 30% dari cash flow sekarang. Kalau harus nunggu 5 tahun baru balik modal, sementara runway cuma 18 bulan? Hmm…
Tapi jangan langsung tolak mentah-mentah. Jon suka pakai teknik “minimum viable gila”, eksekusi versi paling kecil dulu. Contoh: alih-alih langsung bangun tim VR 10 orang, cobain pakai vendor eksternal buat prototype sederhana dulu dengan budget 1/10 dari rencana awal.
Ketiga, Ukur Efek Samping ke Tim Inti
Ide paling brilian pun bisa jadi bencana kalau bikin tim inti kelelahan. Jon selalu tanya: “Ini bakal ngabisin berapa persen bandwidth engineering kita? Kalau marketing harus support ini, campaign utama bakal telat berapa bulan?”
Angka konkret itu penting. Founder seringkali underestimate beban operasional. Tugas CFO adalah membuatnya terukur.
Terakhir, Siapin Exit Strategy
Bahkan ide terbaik bisa gagal. Sebelum bilang iya, pastikan ada checkpoint jelas kapan harus berhenti. Misal: “Kita evaluasi tiap 3 bulan. Kalau engagement di bawah 40% dari target, stop.”
Jon pernah pakai teknik “sunset clause” di kontrak vendor untuk proyek eksperimen. Kalau dalam 6 bulan nggak mencapai KPI, kontrak otomatis berakhir tanpa penalty. Founder dapat kesempatan mencoba, CFO dapat perlindungan.
Jadi, bedain ide gila yang worth it atau nggak itu seperti jadi detektif keuangan. Bukan cuma soal angka, tapi juga baca pola, cari bukti, dan siapkan rencana cadangan. Yang penting jangan langsung bilang “enggak” atau “iya”, tapi “boleh, asal…”
Leave a Reply