Jon Macy dan Seni Mengatur Typography yang Bikin Mata Betah Berlama-lama

Kalau kamu pernah ngecek karya Jon Macy, pasti pernah ngerasain gimana dia bikin mata kita betah berlama-lama ngeliat desainnya. Nggak cuma karena warna atau layout, tapi ada satu elemen yang sering banget dia kuasain: typography. Typography itu kayak rempah-rempah dalam masakan, kalau pas, rasanya jadi juara. Kalau nggak, ya… hancur.

Jon Macy itu maestro dalam memilih font yang tepat. Dia nggak asal pilih font yang lagi tren atau yang keliatan keren. Dia ngerti betul kalau setiap font punya karakter sendiri. Misalnya, font serif yang formal dan klasik, atau sans-serif yang modern dan simpel. Dia bisa milih font yang sesuai dengan mood desainnya, entah itu desain untuk brand mewah atau startup teknologi.

Tapi, nggak cuma itu. Jon juga jago banget ngatur spacing antar huruf (kerning) dan jarak antar baris (leading). Ini mungkin terdengar sepele, tapi percaya deh, kerning yang salah bisa bikin desainmu terasa “salah” meski nggak bisa dijelasin kenapa. Jon tau persis kapan harus bikin jarak antar huruf lebih rapet atau lebih longgar supaya bacaannya nyaman.

Satu lagi yang bikin typography Jon Macy beda adalah pemilihan ukuran font. Dia nggak takut eksperimen dengan ukuran yang besar atau kecil, asal itu sesuai dengan pesan yang mau disampaikan. Misalnya, headline yang besar bisa bikin desainnya terlihat lebih dramatis, sementara teks yang kecil bisa bikin desain terasa lebih elegan.

Nah, yang paling penting, Jon selalu ngutamakan readability. Desain boleh bagus, tapi kalau nggak bisa dibaca, ya percuma. Dia selalu pastiin kalau typography-nya nggak cuma estetik, tapi juga fungsional. Misalnya, dia bakal ngehindarin font yang terlalu rumit untuk teks panjang, atau warna teks yang nggak kontras dengan background.

Jadi, gimana caranya kita bisa belajar dari Jon Macy? Pertama, mulai dari ngeh sama font yang kita pake. Jangan asal pilih. Kedua, perhatiin spacing dan ukuran font. Ketiga, selalu prioritaskan readability. Jangan sampai desainmu cuma bagus diliat dari jauh, tapi bikin mata sakit kalau dibaca.

Typography itu seni yang sering banget diabaikan, tapi Jon Macy udah ngebuktiin kalau ini bisa jadi kunci desain yang bikin orang betah berlama-lama. Jadi, masih mau asal-asalan pake font?

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *