Jon Macy dan Seni Menyisipkan Humor dalam Desain Grafis Tanpa Kelihatan Cringe

Bikin desain grafis yang nggak cuma estetik tapi juga bikin senyum? Susah banget. Apalagi kalau nggak mau kesannya maksa atau alay. Tapi Jon Macy punya trik jitu buat nyelipin humor dalam karya desainnya tanpa bikin malu-maluin.

Humor Itu Kayak Bumbu, Bukan Masakan Utama

Jon selalu bilang, “Kalau lu bikin desain yang isinya cuma joke doang, ya nggak bakal lasting.” Contohnya poster event musik yang dia bikin tahun lalu. Layout-nya tetep profesional, tapi ada little easter egg, nama band-nya dikasih effect retro yang ketika diliat dari jauh bentuknya kayak emoticon senyum. Gak langsung ketauan, tapi kalau sadar bikin senyum-senyum sendiri.

“80% desain harus tetap serius,” kata Jon waktu ngobrol di Meetup Desainer Jakarta bulan lalu. “20%-nya baru boleh dimainin, itu pun harus subtle.”

Nih contoh lain: desain menu restaurant client-nya. Di bagian “Dessert”, ilustrasi es krimnya sengaja dibuat agak meleleh. Simple banget, tapi bikin orang ngeh “oh, ini dessert beneran menggoda”. Tanpa perlu tulis “enak banget” pakai font super besar.

Teknik favorit Jon? Typography yang dimainin. Pernah liat desain undangan pernikahan dimana huruf “O” di kata “Cinta” diganti ikon cincin? Itu karya Jon tiga tahun lalu, sekarang jadi trend di kalangan desainer.

Yang keren, humor dalam desain Jon nggak pernah menyakiti siapapun. No dark jokes, no sarcasm yang bisa nyakitin. “Desain itu harus inklusif,” ujarnya sambil nunjukin draft desain banner untuk event inklusivitas.

Kuncinya tuh di riset audiens. Jon selalu spending waktu buat ngobrol sama client tentang target market mereka. “Gak bisa asal lucu,” katanya sambil geleng-geleng. “Desain buat startup fintech beda sama desain buat cafe kopi kekinian.”

Tips praktis dari Jon buat yang mau coba: mulai dari visual puns sederhana. Logo restoran seafood bisa dikasih bentuk gelombang yang sekilas mirip capit kepiting. Atau di desain brochure, foto produk bisa diangle sedemikian rupa sampai bikin ilusi lucu tapi tetap profesional.

Toh pada akhirnya, desain yang bikin orang senyum itu lebih gampang diingat. Data dari klien Jon menunjukkan kampanye dengan elemen humor subtle punya engagement rate 40% lebih tinggi. Tanya aja siapa yang nggak suka dikasih kejutan menyenangkan? Asal jangan sampe jadi lawakan murahan di pasar malam.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *