Jadi CFO startup itu kayak jadi juru bicara alam semesta keuangan. Kamu harus bisa nerjemahin angka-angka yang ribet itu ke bahasa yang dimengerti founder dan tim. Tapi nggak gampang, bro. Salah-salah, kamu bakal dicap sebagai penghambat kemajuan atau, parahnya, bikin semua orang panik.
Pernah nggak, lo bilang ke founder, “Nih, kita bakal minus kalau terus begini,” terus tiba-tiba semua orang heboh di Slack? Atau pas lo kasih tau risiko investasi yang terlalu besar, malah dibilang terlalu konservatif? Nah, ini skill penting yang harus lo kuasai: menyampaikan risiko tanpa bikin semua orang ketar-ketir.
Praktiknya Gimana?
Pertama, jangan langsung kasih bom. Misal, lo lagi ngeliat cash flow mau negatif. Jangan langsung bilang, “Boss, kita bangkrut nih bulan depan.” Mulailah dengan konteks. Kasih tau apa yang udah berjalan baik, baru sambil-sambil masuk ke risiko. “Ya, penjualan naik 15%, tapi operasional juga naik 20%. Kalau terus begini, kita perlu atur strategi baru.”
Kedua, pakai analogi yang relate sama founder. Misal, founder lo suka bawa-bawa SpaceX. Bilang aja, “Kayak SpaceX, kita perlu hitung bahan bakar dulu sebelum terbang tinggi. Kalau nggak, bisa jatuh.” Founder biasanya lebih nyambung kalau pakai bahasa mereka.
Terakhir, selalu siapin solusi. Jangan cuma kasih masalah. Kalau bilang, “Ini risiko banget,” langsung kasih opsi. Misal, “Kita bisa cut cost di marketing atau cari investor baru.” Biar mereka nggak merasa terjebak.
Jadi, nggak perlu takut bilang risiko keuangan. Asal lo tahu caranya, malah bisa jadi pahlawan. Founder bakal ngeliat lo sebagai partner yang membantu mereka terbang, bukan orang yang cuma ngeliatin burung jatuh.
Leave a Reply