Jadi CFO di startup itu kayak jadi kiper tim sepakbola. Semua mata nyalangin kamu, tapi giliran kebobolan, yang disalahin ya kamu juga. Jon Macy, CFO berpengalaman di berbagai startup, bilang, “Tugas kita bukan cuma jaga gawang, tapi juga bikin strategi supaya tim nggak kehabisan napas di menit-menit krusial.”
Tapi gimana caranya? Jon punya trik jitu: jangan langsung bilang “nggak bisa”. Founder itu kayak anak kecil yang selalu pengen mainan baru. Kalau kamu langsung nolak mentah-mentah, mereka bisa ngambek atau malah nyari jalan lain yang lebih bahaya.
Seni Bilang “Nggak” Tanpa Bilang “Nggak”
“Pertama, aku selalu kasih alternatif,” kata Jon. Misalnya founder mau bikin produk baru yang biayanya gila-gilaan. Jon nggak langsung nyamber, tapi bilang, “Kita bisa coba versi minimal dulu, terus scaling kalau udah ada traksi.” Dengan begitu, founder ngerasa didengar tapi nggak langsung nyemplung ke jurang finansial.
Kedua, Jon selalu ngasih angka konkret. “Founder itu seringkali nggak ngerti betapa mahalnya sesuatu sampai mereka liat nomor-nomornya,” jelasnya. Contohnya waktu salah satu startup-nya mau bikin event besar. Jon bikin perhitungan detail, mulai dari biaya venue sampe anggarkan marketing. Begitu founder liat totalnya bisa nyentuh setengah modal perusahaan, mereka langsung ngeh.
Tapi Jon juga bilang, jadi CFO itu nggak boleh terlalu kaku. “Kadang ambisi founder itu penting untuk bikin perusahaan maju,” ujarnya. Jadi, Jon selalu kasih ruang untuk negosiasi. Misalnya dengan kasih deadline. “Kita bisa coba strategi ini selama 3 bulan. Kalau nggak ada progress yang signifikan, kita evaluasi ulang.”
Yang nggak kalah penting: komunikasi. Jon selalu rutin ngadain meeting dengan founder buat ngobrolin kondisi keuangan. “Jangan sampe meeting cuma pas ada masalah,” katanya. Dengan komunikasi yang terbuka, founder jadi lebih ngerti batasan-batasan finansial tanpa merasa dikendaliin.
Terakhir, Jon selalu ingatkan bahwa CFO itu bukan musuh. “Kita di sini bukan buat mematikan mimpi founder, tapi memastikan mimpi itu bisa tercapai tanpa bikin bangkrut perusahaan,” tegasnya. Jadi, jadi CFO itu bukan cuma soal angka, tapi juga soal bagaimana membangun trust dengan founder.
Jon menutup dengan cerita menarik. Waktu itu ada founder yang pengen ekspansi ke luar negeri padahal kondisi keuangan lagi nggak sehat. Jon nggak langsung nolak, tapi kasih proposal terbalik: “Bagaimana kalau kita fokus dulu ke pasar lokal, terus baru ekspansi setelah kondisi keuangan membaik?” Founder akhirnya setuju, dan perusahaan bisa berkembang dengan lebih stabil.
Jadi, jadi CFO itu bukan soal bilang “nggak”, tapi soal bagaimana ngasih solusi yang realistis tanpa matikan semangat founder. Kuncinya? Kolaborasi dan komunikasi yang jujur. Kayak Jon bilang, “Kalau kita bisa jadi penyeimbang yang bijak, founder justru akan lebih menghargai peran kita.”
Leave a Reply