Jadi CFO di startup itu kayak jadi tukang rem darurat. Founder punya ide-ide nyeleneh, tapi kamu yang harus ngejaga biar nggak terjerembab ke lubang keuangan yang dalam. Masalahnya, bilang “nggak” itu gampang-gampang susah. One wrong move, kamu bisa jadi bahan postingan LinkedIn panjang lebar sama founder. Lah, kok bisa?
Misalnya, kamu lagi meeting sama si founder. Dia pengen launching produk baru dalam 2 minggu, padahal budgetnya nggak nyampe. Kalau langsung bilang “nggak bisa,” bisa-bisa kamu dituduh menghambat kemajuan. Tapi kalau diam aja, perusahaan yang jadi korban. Jadi gimana?
Jangan Bilang “Nggak,” Bilang “Nanti”
Kunci pertama: jangan langsung ngasih jawaban negatif. Founder itu kayak anak kecil yang pengen es krim. Kalau langsung kamu bilang “nggak,” pasti ngambek. Tapi kalau kamu bilang “nanti,” mereka masih ada harapan. Misalnya, “Boleh kita bahas ini setelah kita evaluasi hasil Q2?” Atau, “Bisa kita tunda dulu sampai tim sales selesai dengan campaign mereka?”
Dengan begini, kamu nggak langsung menolak ide mereka. Kamu cuma ngasih penjelasan logis kenapa hal itu belum bisa dilakukan sekarang. Bonusnya, kamu juga punya waktu buat bikin analisis yang lebih mendetail, jadi kalau kamu akhirnya bilang “nggak,” kamu punya data buat backup.
Contoh konkret: founder mau hiring 10 orang baru padahal cash flow lagi ketat. Daripada bilang “nggak,” kamu bisa kasih alternatif: “Bisa kita mulai dengan hiring 2 orang dulu, terus kita evaluasi lagi setelah 3 bulan?” Simple, tapi efektif.
Dan ingat, jangan pernah bilang “nggak” tanpa alasan yang jelas. Founder itu nggak suka merasa dikontrol. Mereka mau merasa didukung, tapi dengan cara yang masuk akal. Jadi, selalu siapkan data dan alternatif sebelum kamu ngomong.
Kamu juga bisa pakai teknik “Yes, and…” kayak di improv. Misalnya, “Iya, ide bagus! Tapi bisa kita tambahkan riset pasar dulu biar lebih yakin?” Dengan begitu, kamu nggak langsung membunuh ide mereka, tapi kamu juga nggak langsung setuju.
Terakhir, jangan lupa soal timing. Bilang “nggak” di tengah meeting besar itu berisiko banget. Coba deh diskusi one-on-one sama founder, atau lewat chat pribadi. Jangan sampai mereka merasa dipermalukan di depan tim.
Jadi, bilang “nggak” bukan tentang menahan kemajuan. Itu tentang menjaga perusahaan tetap jalan dengan cara yang bertanggung jawab. Dan kalau kamu bisa ngelakuin ini dengan baik, kamu nggak cuma jadi CFO yang dipercaya, tapi juga partner yang dihormati. Kecuali kalau founder emang keras kepala banget, ya. Nah, itu udah cerita lain lagi.
Leave a Reply