Jadi CFO di startup itu kayak jadi pelatih sepak bola. Kamu harus bisa menyeimbangkan antara memegang prinsip keuangan yang ketat dan tetap fleksibel untuk ide-ide kreatif founder. Tapi nggak semua ide founder bisa langsung kamu iyain, kan? Nah, gimana caranya jadi pendengar yang baik tanpa selalu bilang “iya”?
Pertama, jangan langsung nge-judge ide founder. Kebiasaan buruk kita sebagai CFO sering kali langsung mikir, “Ini mah nggak mungkin, ngabisin budget aja.” Padahal, founder punya visi besar, dan mereka cari seseorang yang bisa mengerti mimpi mereka. Jadi, dengerin dulu sampai tuntas sebelum ngomong “nggak bisa”.
Gunakan Angka sebagai Alasan yang Jelas
Kalau founder ngajuin ide yang menurutmu gila, jangan langsung bilang “nggak”. Coba bawa data konkret. Misalnya, “Kita punya budget tersisa Rp 500 juta, sementara ide ini butuh Rp 1 miliar. Gimana kalau kita cari cara lain yang lebih hemat?” Dengan begini, kamu nggak cuma nolak, tapi juga ngasih solusi alternatif.
Kedua, ajak founder diskusi terbuka. Kadang mereka cuma butuh tempat untuk ngobrolin ide mereka. Kamu bisa bilang, “Aku dengerin dulu, ya. Besok kita diskusi lagi setelah aku hitung feasibility-nya.” Ini bikin founder merasa dihargai tanpa kamu harus komitmen langsung.
Terakhir, jangan lupa tunjukkan empati. Founder sering kali bawa emosi ketika ngomongin ide mereka. Kamu bisa bilang, “Aku ngerti kamu pengen bikin ini jadi sesuatu yang besar. Tapi, kita perlu mikirin juga risiko keuangannya.” Dengan cara ini, kamu nggak cuma dianggap sebagai CFO yang kolot, tapi juga partner yang bijak.
Intinya, jadi pendengar yang baik bukan berarti selalu bilang “iya”. Tapi, kamu harus bisa menyeimbangkan antara memahami visi founder dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Kan nggak mau dong perusahaan bangkrut cuma karena kamu terlalu sering bilang “iya”?
Leave a Reply